BPBD OKU Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem di Sosoh Buay Rayap

LensakeadilanNews

OKU – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar simulasi penanggulangan bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Bendungan Bendali, Desa Tungku Jaya,

Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kamis (15/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten OKU,

Drs Januar Effendi, M.I.Kom., serta diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, pelajar, dan masyarakat setempat.

Peserta yang hadir antara lain Camat Sosoh Buay Rayap beserta staf, personel Polsek Sosoh Buay Rayap, personel Koramil Kota Baturaja, anggota BPBD

Kabupaten OKU, anggota BOBD Kecamatan Sosoh Buay Rayap, anggota Damkar Kecamatan Sosoh Buay Rayap, siswa-siswi SMA Pramuka Kwarcab OKU, serta masyarakat Desa Tungku Jaya.

Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten OKU menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengingatkan bahwa peningkatan potensi karhutla perlu diantisipasi melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Baca juga :  Polres OKU Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan, Lima Pelaku Diamankan

Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian dan TNI, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api, sekecil apa pun, maupun mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan yang disengaja.

Laporan dapat disampaikan kepada Bhabinkamtibmas atau langsung ke Polsek setempat agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam sesi penyampaian materi, Kalaksa BPBD Kabupaten OKU memberikan penjelasan mengenai pemetaan titik rawan atau hotspot, simulasi pemadaman dini, langkah-langkah pencegahan dan pemadaman, serta cara mengenali arah angin untuk mengantisipasi penyebaran api.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak banjir setelah hujan turun.

Materi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali potensi ancaman dan mengambil langkah antisipasi secara tepat.

Sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir menggunakan perahu karet bersama tim gabungan dari unsur terkait.

Baca juga :  Khidmat dan Aman.Ibadah Malam Misa Natal 2024 di Gereja HKBP Baturaja Berlangsung Lancar

Simulasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan koordinasi dan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya ketika banjir melanda wilayah permukiman maupun kawasan yang sulit dijangkau.

Kegiatan simulasi tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Langkah ini diharapkan dapat menekan risiko karhutla, terutama di kawasan lahan gambut, semak belukar yang tidak terurus, serta perbatasan lahan perkebunan milik warga.

Dalam kesempatan yang sama, Kanit Binmas Polsek Sosoh Buay Rayap turut memberikan imbauan kepada peserta agar tidak menggunakan cara membakar dalam membuka, membersihkan, maupun mengolah lahan pertanian.

Imbauan serupa juga disampaikan oleh Bhabinkamtibmas kepada warga di wilayah binaan masing-masing.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan, semak belukar, maupun lahan perkebunan karena dapat memicu kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan merusak lingkungan.

Sebagai langkah antisipasi, patroli terpadu yang melibatkan unsur Polri, TNI, dan Masyarakat Peduli Api juga perlu dilaksanakan secara berkala, terutama pada titik-titik koordinat yang diprediksi rawan terjadi karhutla.

Baca juga :  Bung Yose Rizal Bukber Dengan Rekan Media Untuk Perkuat Hubungan

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Dengan kesiapsiagaan dan kepedulian bersama, risiko serta dampak bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan karhutla di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap dapat diminimalkan.(F)

(Pimpred LKN.NEWS.SUMSEL.FERLI.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!