LensaKeadilanNews
BATURAJA, OKU – Guna menjamin kelancaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar apel kesiapan personel untuk pengamanan, pergeseran pasukan, serta pengawalan pendistribusian logistik pemilihan. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres OKU, Senin (2/11/2026), sekitar pukul 08.00 WIB.
Apel kesiapan tersebut dipimpin Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., dan diikuti jajaran personel kepolisian, para Kapolsek, TNI, Satpol PP, serta perwakilan instansi terkait.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyatukan langkah seluruh unsur yang terlibat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan pesta demokrasi di tingkat desa.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa setiap anggota yang mendapat tugas pengamanan wajib menjalankan tugas secara disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi prinsip netralitas.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada personel yang meninggalkan pos pengamanan tanpa seizin pimpinan. Setiap anggota diminta tetap berada di wilayah penugasan dan menghindari perilaku yang dapat merusak citra maupun kehormatan institusi Polri.
Menurutnya, pelaksanaan Pilkades memiliki dinamika tersendiri karena melibatkan kepentingan dan dukungan masyarakat terhadap masing-masing calon.
Oleh sebab itu, berbagai potensi gangguan harus dipetakan dan diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Beberapa kerawanan yang menjadi perhatian meliputi perselisihan antarkelompok pendukung, praktik politik uang, ancaman atau intimidasi, informasi bohong, hasutan melalui media sosial, hingga munculnya keberatan terhadap hasil pemilihan.
Selain menjaga keamanan di lokasi pemungutan suara, pengawasan terhadap proses pengiriman perlengkapan Pilkades juga menjadi perhatian penting.
Seluruh personel diminta mengantisipasi berbagai hambatan, seperti keterlambatan distribusi, gangguan perjalanan, kondisi cuaca ekstrem, kerusakan atau hilangnya logistik, serta potensi gangguan lainnya.
Kapolres menekankan bahwa tugas pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Pengawalan tidak hanya difokuskan pada saat pemungutan suara, melainkan sejak pendistribusian logistik, masa tenang, proses pencoblosan, penghitungan suara, hingga seluruh rangkaian tahapan dinyatakan selesai.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, anggota diminta memastikan pergeseran pasukan berjalan sesuai rencana, menjaga keamanan logistik selama perjalanan, serta mengutamakan tindakan preventif dalam menghadapi setiap potensi gangguan.
Kesiapan menghadapi kondisi darurat juga harus diperhatikan. Koordinasi dengan seluruh unsur terkait perlu terus diperkuat agar setiap perkembangan situasi dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Di samping itu, faktor keselamatan serta kondisi kesehatan personel selama menjalankan tugas tidak boleh diabaikan.
Kapolres turut menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan Pilkades tidak semata-mata diukur dari situasi yang tetap aman dan terkendali.
Lebih dari itu, kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam mengawal proses demokrasi di lingkungan desa juga menjadi hal penting yang harus dijaga.
“Saya tidak ingin mendengar adanya personel yang meninggalkan tempat tugas tanpa izin, mengabaikan tanggung jawab pengamanan, ataupun melakukan tindakan yang mencederai nama baik institusi Polri,” tegas Kapolres.
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG) terkait skenario pengamanan Pilkades Serentak 2026.
Simulasi tersebut digelar di Gedung Wicaksana Laghawa Mapolres OKU sebagai upaya memantapkan pola koordinasi dan langkah penanganan berbagai kemungkinan situasi di lapangan.
Melalui rangkaian persiapan tersebut, Polres OKU bersama seluruh unsur terkait menyatakan kesiapan untuk mengawal setiap tahapan Pilkades Serentak 2026 agar berjalan lancar, aman, dan kondusif, dengan tetap menghormati serta melindungi hak masyarakat dalam menentukan pemimpin desanya.(Epan.ulu)












