Kisah Haru Perantau Brebes di Sumatera: Kompak dan Kebersamaan Jadi Kekuatan saat Lebaran Jauh dari Keluarga

LensaKeadilanNews
Palembang Baturaja OKU – 27/5/26 Hari raya Idul Fitri adalah momen istimewa yang identik dengan berkumpulnya keluarga, saling maaf, dan kebersamaan.

Namun, bagi para pekerja perantau, momen tersebut sering kali harus dilewati jauh dari orang-orang tercinta, jauh dari anak istri, tetangga, serta handai dan taulan di kampung halaman.

Meski begitu, jarak dan keterbatasan tidak memadamkan semangat persaudaraan bagi sekelompok perantau asal Brebes, Jawa Tengah, yang kini mengadu nasib di tanah rantau, Pulau Sumatera.

Jauh dari rumah, mereka tidak merasa kesepian. Sebaliknya, rasa kekeluargaan justru semakin erat terjalin.

Mereka saling merangkul, menguatkan, dan mengukuhkan persaudaraan layaknya saudara kandung sendiri.

Kebersamaan ini menjadi obat rindu sekaligus kekuatan utama dalam menjalani hari-hari, terutama saat momen hari raya tiba.

Salah satu sosok yang menjadi penggerak dan tempat berkumpul adalah Hernanto, yang dikenal sebagai ketua dari kelompok

Baca juga :  Cegah Permainan Harga Jelang Idul Adha Disperindag OKU Lakukan Monitoring

“Pejuang Rupiah”. Ia mengaku merasa sangat bangga dan terharu bisa menyatukan rekan-rekan sesama perantau dalam momen spesial ini.

Di sela-sela kesibukan bekerja, mereka menyempatkan waktu untuk makan bersama, bercengkrama, dan berbagi cerita, seolah sedang berkumpul dengan keluarga besar sendiri.

“Kami memang jauh dari kampung halaman, jauh dari anak dan istri. Tapi di sini, kami saling merangkul.

Kebersamaan inilah yang membuat kami tetap kuat. Saya sangat bangga bisa berkumpul dan makan bersama rekan-rekan kerja yang semuanya berasal dari Brebes ini,” ujar Hernanto dengan penuh haru.

Di tengah perantauan yang penuh tantangan, semangat mereka tidak pernah luntur.

Baca juga :  Patroli Antisipasi Pungli Polsek Baturaja Barat Polres OKU

Mereka memegang teguh semboyan hidup: “Pantang menyerah sebelum selesai bekerja”. Prinsip ini menjadi landasan setiap langkah dan keringat yang mereka curahkan di tanah Sumatera. Segala kerja keras dan perjuangan yang mereka lakukan semata-mata demi satu tujuan: masa depan yang lebih baik bagi orang tua dan anak-anak tercinta yang menanti di kampung halaman.

Bagi para perantau ini, Lebaran bukan hanya soal pulang kampung, tetapi juga tentang bagaimana menjaga persaudaraan dan saling menguatkan di mana pun berada.

Kisah mereka menjadi bukti bahwa sejauh apa pun kaki melangkah mencari nafkah, ikatan persaudaraan dan cinta kasih kepada keluarga tetap menjadi pemersatu yang tak tergantikan.

Baca juga :  Polres Oku Timur Berhasil Tangkap DPO Kasus Perampokan Brutal

(Red//Hernanto )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *